ENAM TIPE PROKRASTINASI. ANDA YANG MANA? - Andini Atmaja

Super Admin
27 October 2022
Banner Article

“Nanti saja deh, agak malam aku akan mengerjakannya.”

“Tunggu, selesai satu episode drakor ini, aku mulai.”

“Besok sajalah, sepertinya mudah kog. Bisa aku kebut.”


Kata-kata yang sering muncul dari orang-orang yang suka menunda pekerjaan. Niat mulia untuk mulai mengerjakan sudah ada, tetapi niat tinggallah niat. Nanti saja, besok saja, setelah ini, dan sebagainya, sampai mendekati tenggat waktu. Akhirnya, diselesaikan tapi lebih dari tenggat waktu atau kualitasnya kurang optimal. Baru muncul penyesalan. Seandainya.. aku mulai lebih awal, aku tidak menunda-nunda, hasilnya pasti lebih baik. Namun, perilaku itu terus berulang.

Mengapa ada orang yang suka menunda-nunda pekerjaan? Secara detail ada enam tipe procrastination. Anda masuk ke tipe yang mana?

Sumber: Sapadin, Linda and Jack Maguire. (1997). It's About Time! The Six Styles of Procrastination and How to Overcome Them. Penguin Books.

1.     The Worrier
Tipe ini menunda pengerjaan tugas karena tidak yakin dirinya mampu mengerjakan tugas tersebut. Ia fokus pada skenario terburuk dan membicarakan lebih banyak masalah daripada solusi. Tugas itu dinilai terlalu sulit dan ia banyak menyampaikan alasan untuk tidak mengerjakan tugas . Jika ia tidak mengerjakan tugas tersebut, maka ia pun tidak akan menghadapi situasi buruk yang ia bayangkan.

2.    The Perfectionists
Mirip dengan tipe sebelumnya, tipe ini menunda pengerjaan tugas karena takut gagal. Tapi arti gagal buat orang perfeksionis adalah ketidak-mampuan menyelesaikan tugas dengan standar tinggi yang ia tetapkan sendiri. Ia cenderung fokus pada detail dan kurang mampu melihat ‘big picture’. Ada sedikit kesalahan, itu sudah dianggap sebagai kegagalan.

3.    The Over-Doer
Tipe ini menunda pengerjaan tugas karena terlalu banyak hal yang menurutnya perlu dikerjakan. Ia tidak mampu membuat prioritas, mana yang sebaiknya dikerjakan terlebih dahulu atau mana tugas yang memang benar-benar penting, Maka, ia pun kebingungan dalam mengambil keputusan untuk bertindak. Bisa jadi, ia tampak sibuk bekerja, tetapi bukan mengerjakan tugas yang penting.

4.    The Crisis Maker
Tipe ini menunda pengerjaan tugas karena meyakini bahwa untuk bisa termotivasi mengerjakan tugas, ia membutuhkan tekanan yang biasanya muncul di akhir waktu pengerjaan tugas. Tanpa tekanan itu, ia merasa tidak dapat menampilkan kinerja terbaiknya. Situasinya ini seringkali menimbulkan masalah, ketika prediksi waktunya ternyata tidak sesuai.

5.    The Dreamer
Tipe ini menunda pengerjaan tugas karena ia berpikir bahwa tidak harus bekerja keras untuk mencapai tujuan yang ia inginkan. Ia berharap adanya sebuah loncatan yang bisa membawanya pada kesuksesan. Biasanya, orang tipe ini adalah orang yang memiliki mimpi besar tetapi tidak membuat langkah yang realistik dan spesifik untuk mencapainya.

6.    The Defier
Tipe ini menunda pengerjaan tugas karena keengganan mengikuti peraturan dan standar yang dituntutkan kepadaya. Ia tampak selalu menampilkan sikap yang bertentangan, seperti menolak tugas baru, menolak bekerja dalam tim, dsb. Ada saja alasan untuk menolak, seperti tugas yang membosankan, terlalu remeh, atau tidak penting.

 

Itulah enam jenis prokrastinasi, dengan berbagai penyebab yang melatar-belakangi. Dengan mengenali kita termasuk tipe prokrastinasi yang mana, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mencari cara mengatasinya. Berbagai strategi untuk mengatasi prokrastinasi akan dibahas pada part berikutnya.



Andini Atmaja

Tancorp Academy