“Nanti saja deh, agak
malam aku akan mengerjakannya.”
“Tunggu,
selesai satu episode drakor ini, aku mulai.”
“Besok
sajalah, sepertinya mudah kog. Bisa aku kebut.”
Kata-kata yang sering muncul dari orang-orang yang suka menunda pekerjaan. Niat mulia untuk mulai mengerjakan sudah ada, tetapi niat tinggallah niat. Nanti saja, besok saja, setelah ini, dan sebagainya, sampai mendekati tenggat waktu. Akhirnya, diselesaikan tapi lebih dari tenggat waktu atau kualitasnya kurang optimal. Baru muncul penyesalan. Seandainya.. aku mulai lebih awal, aku tidak menunda-nunda, hasilnya pasti lebih baik. Namun, perilaku itu terus berulang.
Mengapa ada orang yang suka menunda-nunda pekerjaan? Secara detail ada enam tipe procrastination. Anda masuk ke tipe yang mana?
Sumber: Sapadin, Linda and Jack Maguire. (1997). It's About Time! The Six Styles of Procrastination and How to Overcome Them. Penguin Books.
1. The Worrier
Tipe ini menunda pengerjaan tugas karena tidak yakin dirinya mampu mengerjakan
tugas tersebut. Ia fokus pada skenario terburuk dan membicarakan lebih banyak masalah
daripada solusi. Tugas itu dinilai terlalu sulit dan ia banyak menyampaikan
alasan untuk tidak mengerjakan tugas . Jika ia tidak mengerjakan tugas tersebut, maka ia pun tidak akan menghadapi situasi buruk yang ia bayangkan.
2. The Perfectionists
Mirip dengan tipe sebelumnya, tipe ini menunda pengerjaan tugas karena takut
gagal. Tapi arti gagal buat orang perfeksionis adalah ketidak-mampuan menyelesaikan
tugas dengan standar tinggi yang ia tetapkan sendiri. Ia cenderung fokus pada
detail dan kurang mampu melihat ‘big picture’. Ada sedikit kesalahan, itu sudah
dianggap sebagai kegagalan.
3. The Over-Doer
Tipe ini menunda pengerjaan tugas karena terlalu banyak hal yang menurutnya
perlu dikerjakan. Ia tidak mampu membuat prioritas, mana yang sebaiknya
dikerjakan terlebih dahulu atau mana tugas yang memang benar-benar penting,
Maka, ia pun kebingungan dalam mengambil keputusan untuk bertindak. Bisa jadi,
ia tampak sibuk bekerja, tetapi bukan mengerjakan tugas yang penting.
4. The Crisis Maker
Tipe ini menunda pengerjaan tugas karena meyakini bahwa untuk bisa termotivasi
mengerjakan tugas, ia membutuhkan tekanan yang biasanya muncul di akhir waktu
pengerjaan tugas. Tanpa tekanan itu, ia merasa tidak dapat menampilkan kinerja
terbaiknya. Situasinya ini seringkali menimbulkan masalah, ketika prediksi
waktunya ternyata tidak sesuai.
5. The Dreamer
Tipe ini menunda pengerjaan tugas karena ia berpikir bahwa tidak harus bekerja
keras untuk mencapai tujuan yang ia inginkan. Ia berharap adanya sebuah
loncatan yang bisa membawanya pada kesuksesan. Biasanya, orang tipe ini adalah
orang yang memiliki mimpi besar tetapi tidak membuat langkah yang realistik dan
spesifik untuk mencapainya.
6. The Defier
Tipe ini menunda pengerjaan tugas karena keengganan mengikuti peraturan dan
standar yang dituntutkan kepadaya. Ia tampak selalu menampilkan sikap yang
bertentangan, seperti menolak tugas baru, menolak bekerja dalam tim, dsb. Ada
saja alasan untuk menolak, seperti tugas yang membosankan, terlalu remeh, atau
tidak penting.
Itulah enam jenis prokrastinasi, dengan berbagai penyebab yang melatar-belakangi. Dengan mengenali kita termasuk tipe prokrastinasi yang mana, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mencari cara mengatasinya. Berbagai strategi untuk mengatasi prokrastinasi akan dibahas pada part berikutnya.
Andini Atmaja
Tancorp Academy